Larangan Tersembunyi di Makkah dan Madinah Masih Sering Dilanggar!

Larangan di Makkah dan Madinah

Banyak jamaah datang ke Makkah dan Madinah dengan niat suci, namun tanpa disadari masih melakukan beberapa pelanggaran yang dianggap sepele, padahal bisa mengurangi kesempurnaan ibadah. Sebagian larangan ini tidak tertulis secara jelas di brosur perjalanan, tetapi dijelaskan oleh ulama, petugas, dan aturan masjid. Memahami larangan-larangan tersembunyi ini sangat penting agar ibadah haji dan umrah berjalan dengan sah, tertib, dan penuh adab.

1. Berfoto Berlebihan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Banyak jamaah terlalu fokus mengambil foto atau video, terutama saat thawaf, di Raudhah, atau ketika berada di depan Ka’bah. Ulama menilai hal ini dapat mengurangi kekhusyukan dan mengganggu jamaah lain. Petugas juga sering menegur jamaah yang berhenti di area yang padat hanya untuk mengambil foto. Menjaga adab di rumah Allah lebih utama daripada dokumentasi.

2. Mengangkat Suara Terlalu Keras Saat Berdoa

Di area Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, jamaah dianjurkan berdoa dengan suara lembut. Mengangkat suara terlalu keras bisa mengganggu jamaah lain yang sedang membaca Al-Qur’an atau shalat. Banyak ulama menekankan pentingnya menjaga ketenangan di dua masjid suci karena keduanya adalah tempat ibadah utama bagi seluruh umat Islam.

3. Mengambil Tanah, Batu, atau Benda dari Area Tanah Suci

Sebagian jamaah tanpa sadar mengambil batu kecil, debu, atau benda tertentu dari sekitar Ka’bah, Masjid Nabawi, Jabal Uhud, atau tempat bersejarah lainnya sebagai “berkah”. Ini termasuk larangan menurut mayoritas ulama, karena tanah Haram memiliki kehormatan khusus dan tidak boleh dibawa keluar tanpa kebutuhan syar’i.

4. Memberi Makanan kepada Burung Merpati Tanpa Izin

Memberi makan merpati terlihat sepele, tetapi di sejumlah area sekitar Masjidil Haram dan Madinah, tindakan ini sering dilarang karena dapat menyebabkan kebersihan terganggu. Petugas sering menegur jamaah yang menabur makanan karena dapat memancing kerumunan burung sehingga memperbesar risiko penyakit.

5. Mengambil Tempat Duduk yang Disimpan Jamaah Lain

Di Masjid Nabawi khususnya saat menuju waktu salat atau ketika Raudhah dibuka, banyak jamaah memasang sajadah sebagai tanda tempat. Mengambil tempat tersebut tanpa izin termasuk adab buruk. Ulama menjelaskan bahwa mengambil hak jamaah lain adalah tindakan yang tidak dibenarkan dalam syariat maupun etika.

6. Menambah Amalan-Amanalan Tanpa Dasar

Beberapa jamaah mengira semakin banyak ritual tambahan maka semakin afdhal, padahal hal tersebut dapat menyalahi tuntunan Nabi SAW. Misalnya, mengusap-usap dinding Ka’bah selain Hajar Aswad, mencium area yang tidak dianjurkan, atau berjalan di tempat tertentu karena mengikuti tradisi tanpa dalil. Ibadah harus sesuai sunnah, bukan sekadar ikut-ikutan.

7. Menginjak Rumput atau Area yang Dilarang Masuk

Di pelataran Masjid Nabawi terdapat area hijau yang sebenarnya tidak boleh diinjak. Jamaah yang tidak memperhatikan tanda sering melanggar larangan ini tanpa sadar. Petugas sering mengingatkan karena area tersebut dilestarikan dan termasuk bagian dari keindahan serta ketertiban masjid.

8. Berlama-Lama di Depan Makam Nabi SAW

Mengucapkan salam kepada Rasulullah SAW, Abu Bakar, dan Umar adalah sunnah, tetapi berlama-lama, berdoa panjang, atau menangis keras di area makam termasuk hal yang dilarang. Penjaga sering meminta jamaah untuk tetap bergerak agar tidak menyebabkan kemacetan. Adab dalam ziarah adalah singkat, sopan, dan penuh hormat.

9. Mendorong Jamaah Lain Saat Thawaf atau Sa’i

Ketika area padat, sebagian jamaah terburu-buru dan tidak sengaja mendorong jamaah lain. Ini melanggar adab thawaf yang seharusnya dilakukan dengan tenang dan tidak menyakiti jamaah lain. Thawaf yang dilakukan dengan melanggar adab dapat menghilangkan nilai spiritual ibadah.

10. Membuang Sampah di Area Haram

Masjidil Haram dan Masjid Nabawi adalah dua tempat tersuci dalam Islam. Membuang tisu, botol, atau sampah kecil di lantai dianggap sebagai perbuatan yang merusak kesucian tempat. Meski terlihat kecil, ini termasuk pelanggaran yang sering dilakukan jamaah, terutama saat kondisi ramai.

Larangan-larangan tersembunyi ini sering kali dianggap remeh, namun sangat berpengaruh terhadap kekhusyukan dan kesempurnaan ibadah. Memahami adab dan aturan di Tanah Suci tidak hanya menjauhkan jamaah dari pelanggaran, tetapi juga menjaga kenyamanan jamaah lain. Dengan mematuhi larangan ini, ibadah haji dan umrah menjadi lebih tertib, aman, dan penuh keberkahan.

Agar tidak salah langkah selama di Tanah Suci, pilihlah perjalanan bersama Jelajah Bumi International. Dengan bimbingan lengkap, materi manasik jelas, dan pendamping yang berpengalaman, kamu bisa beribadah dengan aman, nyaman, dan sesuai sunnah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *