Aksi Solidaritas 2026: Saat 25 Staf Non-Muslim di Luton Ikut Berpuasa Demi Rekan Kerja

Toleransi Ramadan di Luton 2026

Kota Luton kembali menunjukkan mengapa keberagaman adalah kekuatan utamanya. Pada Selasa, 3 Maret 2026, sebuah pemandangan inspiratif terlihat di lingkungan Dewan Kota Luton. Sebanyak 25 staf dan anggota dewan non-Muslim memutuskan untuk ikut berpuasa dari subuh hingga maghrib.

Aksi ini bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan sebuah bentuk penghormatan mendalam terhadap rekan-rekan Muslim mereka yang sedang menjalankan ibadah Ramadan 1447 H.

Berbuka dalam Kehangatan di Balai Kota

Momen puncak dari aksi toleransi Ramadan di Luton 2026 ini terjadi saat waktu berbuka puasa tiba. Balai Kota Luton berubah menjadi ruang komunal yang penuh dengan aroma masakan rumah. Para staf Muslim menjamu rekan-rekan mereka yang berpuasa dengan berbagai hidangan spesial.

Adam Kearney, Kepala Komunikasi Dewan Luton sekaligus koordinator acara, menyatakan bahwa antusiasme peserta jauh melampaui prediksi awal. Menurutnya, kemurahan hati staf Muslim yang memasak sendiri hidangan untuk semua orang adalah potret nyata dari semangat berbagi di bulan suci.

Lebih dari Sekadar Puasa: Misi Kemanusiaan untuk Anak Yatim

Ternyata, aksi ini membawa misi yang lebih besar. Sambil merasakan pengalaman spiritual berpuasa, para peserta juga menggalang dana untuk proyek Desa Yatim Piatu.

Program ini bertujuan menyediakan:

  • Tempat tinggal yang aman bagi anak-anak rentan.
  • Akses pendidikan berkualitas dan layanan kesehatan.
  • Pendampingan psikologis jangka panjang untuk membangun kemandirian.

Noor Humayun, CEO Yayasan CAP, memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi ini, mengingat bantuan tersebut akan sangat berdampak bagi anak-anak yang berisiko eksploitasi di jalanan.

Pesan dari Wali Kota: “Keberagaman Adalah Kekuatan Kita”

Wali Kota Luton, Amy Nicholls, yang juga ikut berpuasa penuh hari itu, memberikan refleksi yang menyentuh. Ia menekankan bahwa meskipun hanya berpuasa satu hari, pengalaman tersebut memberikan perspektif baru tentang makna ibadah yang dijalani oleh warga Muslim di Luton.

“Berbuka puasa bersama adalah pengingat kuat bahwa perbedaan di antara kita bukanlah pemisah, melainkan kekuatan yang menyatukan,” ungkap Nicholls.

Dewan Kota Luton berharap inisiatif ini tidak berhenti di sini dan dapat menjadi tradisi tahunan yang terus memupuk persaudaraan antarwarga kota.

Ikuti website ini untuk infromasi yang lebih banyak seputar islam, haji dan umrah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *