Tata Cara Melempar Jumrah yang Benar Sesuai Sunnah

Agar ibadah haji berjalan sah dan tenang, jamaah perlu memahami tata cara melempar jumrah dengan benar. Dengan pengetahuan yang tepat, ibadah ini tidak hanya aman dilakukan, tetapi juga bernilai sunnah dan penuh makna.

Melempar jumrah adalah salah satu rangkaian wajib dalam ibadah haji. Ibadah ini dilakukan di Mina sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan simbol perlawanan terhadap godaan setan. Agar sah dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW, jamaah perlu memahami tata cara melempar jumrah yang benar.

Pengertian Jumrah

Jumrah adalah tiga tugu batu yang terletak di Mina, yaitu:

  1. Jumrah Ula
  2. Jumrah Wustha
  3. Jumrah Aqabah

Ketiganya dilempar pada waktu dan hari tertentu selama pelaksanaan haji.

Waktu Melempar Jumrah

Melempar jumrah dilakukan pada hari-hari Tasyrik:

  1. 10 Dzulhijjah: Melempar Jumrah Aqabah
  2. 11 Dzulhijjah: Melempar Ula, Wustha, dan Aqabah
  3. 12 Dzulhijjah: Melempar Ula, Wustha, dan Aqabah
  4. 13 Dzulhijjah: (bagi yang nafar tsani) melempar Ula, Wustha, dan Aqabah

Tata Cara Melempar Jumrah Sesuai Sunnah

  1. Menyiapkan Batu Kerikil Jamaah menyiapkan 7 butir kerikil untuk setiap jumrah. Ukurannya kecil, seukuran biji kacang, tidak perlu besar.
  2. Mengucapkan Takbir Saat Melempar Setiap lemparan disertai dengan bacaan:

اللَّهُ أَكْبَرُ

Dilakukan sebanyak 7 kali untuk setiap jumrah.

Urutan Melempar

Urutan melempar adalah:

  1. Jumrah Ula
  2. Jumrah Wustha
  3. Jumrah Aqabah

Khusus tanggal 10 Dzulhijjah, jamaah hanya melempar Jumrah Aqabah.

  1. Menghadap Kiblat dan Berdoa Setelah melempar Jumrah Ula dan Wustha, disunnahkan berdoa dengan menghadap kiblat. Setelah Jumrah Aqabah, tidak disunnahkan berdoa.

Hal yang Perlu Diperhatikan Jamaah

  1. Tidak melempar dengan batu besar atau sandal
  2. Tidak melempar sekaligus
  3. Pastikan batu masuk ke area jumrah
  4. Utamakan keselamatan dan ketertiban
  5. Boleh diwakilkan bagi jamaah yang tidak mampu

Melempar jumrah bukan sekadar melempar batu, tetapi simbol ketaatan, kesabaran, dan perlawanan terhadap hawa nafsu. Dengan mengikuti sunnah Rasulullah SAW, ibadah ini menjadi lebih bernilai dan diterima oleh Allah SWT.

Ingin ibadah haji lebih tenang, aman, dan sesuai sunnah? Jelajah Bumi International siap mendampingi jamaah dengan pembimbing berpengalaman yang memastikan setiap manasik dilakukan dengan benar. Hubungi Jelajah Bumi International untuk informasi program haji dan pendampingan ibadah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *