Amalan Shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Amalan salat

Masjidil Haram dan Masjid Nabawi bukan hanya menjadi tempat pelaksanaan shalat wajib, tetapi juga ladang pahala besar bagi jamaah yang ingin memperbanyak shalat sunnah. Banyak jamaah umrah dan haji yang belum memahami secara rinci shalat apa saja yang dianjurkan selama berada di dua masjid suci ini.

Padahal, setiap shalat sunnah yang dikerjakan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi memiliki keutamaan besar, selama dilaksanakan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.

Berikut penjelasannya.

Shalat Tahiyyatul Masjid

Ketika seorang muslim memasuki masjid, ia dianjurkan untuk mengerjakan shalat sunnah dua rakaat sebelum duduk. Inilah yang dikenal sebagai shalat tahiyyatul masjid, dan hukumnya berlaku di seluruh masjid, termasuk Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Anjuran ini didasarkan pada sabda Rasulullah ﷺ:

“Apabila salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka janganlah ia duduk sebelum shalat dua rakaat.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Khusus di Masjidil Haram, sebagian ulama menjelaskan bahwa thawaf dapat menggantikan tahiyyatul masjid karena thawaf merupakan ibadah khusus yang hanya ada di sana.

Shalat Sunnah Rawatib

Selain tahiyyatul masjid, jamaah juga dianjurkan menjaga shalat sunnah rawatib, yaitu shalat sunnah yang mengiringi shalat wajib, baik sebelum maupun sesudahnya. Amalan ini sangat ditekankan karena memiliki keutamaan besar.

Keutamaan shalat rawatib dijelaskan dalam sabda Rasulullah ﷺ:

“Tidaklah seorang hamba mengerjakan shalat sunnah dua belas rakaat dalam sehari semalam selain shalat wajib, kecuali Allah bangunkan baginya rumah di surga.”

(HR. Muslim)

Melaksanakan shalat rawatib di dua masjid suci menjadi kesempatan berharga untuk meraih pahala yang berlipat.

Shalat Qabliyah Subuh

Di antara shalat sunnah yang paling utama adalah shalat qabliyah subuh. Rasulullah ﷺ dikenal sangat menjaga shalat ini, bahkan ketika sedang dalam perjalanan.

Keutamaannya ditegaskan dalam hadits berikut:

“Dua rakaat sebelum shalat subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya.”

(HR. Muslim)

Oleh karena itu, meskipun jamaah merasa lelah, shalat qabliyah subuh tetap sangat dianjurkan untuk tidak ditinggalkan, terlebih ketika berada di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi.

Shalat Sunnah Isyraq

Setelah melaksanakan shalat subuh berjamaah, jamaah dianjurkan untuk duduk berdzikir hingga matahari terbit. Setelah itu, dua rakaat shalat sunnah dapat dikerjakan sebagai shalat isyraq.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa shalat subuh berjamaah, kemudian duduk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu shalat dua rakaat, maka baginya pahala seperti haji dan umrah yang sempurna.”

(HR. Tirmidzi, hasan)

Suasana pagi di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sangat mendukung pelaksanaan shalat ini dengan penuh ketenangan dan kekhusyukan.

Shalat Sunnah Dhuha

Ketika matahari telah naik hingga menjelang waktu zawal, jamaah dapat melaksanakan shalat dhuha. Shalat ini dianjurkan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat kesehatan dan kelapangan rezeki.

Rasulullah ﷺ menjelaskan keutamaannya dalam sabda beliau:

“Pada setiap persendian salah seorang dari kalian terdapat sedekah… dan semua itu dapat dicukupi dengan dua rakaat shalat dhuha.”

(HR. Muslim)

Di sela-sela aktivitas ibadah dan ziarah, shalat dhuha menjadi amalan ringan yang bernilai besar di sisi Allah SWT.

Shalat Sunnah Awwabin

Setelah shalat maghrib, jamaah juga dapat melaksanakan shalat sunnah awwabin. Shalat ini dikenal sebagai shalatnya orang-orang yang kembali kepada Allah dengan penuh ketaatan.

Dalam salah satu hadits, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Shalat awwabin adalah shalat yang dilakukan ketika anak unta mulai merasakan panas matahari.”

(HR. Muslim)

Sebagian ulama menjelaskan bahwa shalat ini dikerjakan setelah maghrib hingga sebelum isya, dan sangat dianjurkan bagi jamaah yang ingin memperbanyak amal sunnah.

Masjidil Haram dan Masjid Nabawi merupakan tempat terbaik untuk memperbanyak shalat sunnah selain shalat wajib. Dengan memahami jenis-jenis shalat yang dianjurkan beserta dalilnya, jamaah dapat mengoptimalkan waktu di Tanah Suci dengan ibadah yang terarah dan sesuai sunnah.

Bekal ilmu yang cukup akan membantu jamaah menjalani ibadah dengan lebih tenang, tertib, dan bernilai pahala.

Agar ibadah umrah dan haji Anda semakin bermakna, pastikan setiap amalan dilakukan dengan pemahaman yang benar.

Bersama Jelajah Bumi International, mari persiapkan perjalanan ibadah ke Tanah Suci dengan bimbingan yang amanah dan sesuai sunnah

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *